SDN TARO'AN
Rabu, 29 Juni 2022
Senin, 30 Mei 2022
Rabu, 20 April 2022
Produk Kebijakan Pendidikan Dan Implementasinya Di Kabupaten Pamekasan Tahun 2015- 2025
(Oleh : Zainal Alim)
- Perda (Peraturan Daerah) Pendidikan di Pamekasan adalah PERDA NO 8 Tahun 2014 “ Sistem Penyelenggaaaan Pendidikan. Sedangkan Perda-Perda yang berhubungan dengan Perda no. 8 tahun 2014 itu antara lain perda tentang “ Kewajiban Baca Tulis Al Qur’an Bagi Siswa yang beragama Islam” dst, Sementara Peraturan Bupati yang berhubungan dengan PERDA Pendidikan adalah perbup antara lain tentang Pendidiran sekolah baru.
- Filosofi penyusunan PERDA : a) Menjadi pedoman penyelenggaraan pendidikan di daerah dengan dasar regulasi di atasnya dan RPJMD. b) Tidak membahas Substansi yang sudah diuraikan dalam regulasi diatasnya, kecuali untuk mempekuat kekhasan, Hanya membahas normative legal dan tidak teknis implementatif.
- PERDA Pendidikan No 8 Tahun 2014 Kabupaten Pamekasan, harus sinergis dengan PERDA Pendidikan di atasnya yakni Perda Pendidikan Propinsi Jawa Timur 9 Tahun 2014. Beberapa pasal dalam PERDA No. 14 propinsi yang tidak ada atau belum menajam dalam Perda no 8, sebaiknya dimasukkkan dalam penyusunan perda /peratutan bupati lainnya yang berhubungan dengan pendidikan, misalnya : dalam dalam PERDA Propinsi dinyatakan dalam Bagian Kedua Pasal 12 tentang Rintisan Wajib Belajar 15 Tahun, Pasal 16 : (Kurikulum jenjang Pendidikan Dasar dan menengah wajib memuat mata Pelajaran yang berisikan materi meliputi : a. pelestarian budaya daerah; b. pendidikan karakter, c. pendidikan anti korupsi d. pendidikan anti ponografi dan pornoaksi, e. pendidikan kebencanaan. Ada beberapa pasal dalam PERDA Pendidikan Provensi Jawa Timur itu yang sangat strategis dan wajib dimplementaskan di Kabupaten Pamekasan, seperti Pendidikan Kepramukaan (Bagian ketiga Pasal 18); Pendidikan agama ; penyelenggaraan pondok romadhan (pasal 20 -27) semuanya diatur dalam perda pendidikan Propinsi Jawa Timur Seberapa jauh implementasi Isi PERDA no. 8 tahun 2014 Propinsi Jawa Timur tersebut di Kabupaten Pamekasan, hal ini perlu koreksi dan evaluasi serta identifikasi bagian-bagian penting dalam pendidikan terutama yang termuat dalam regulasi pendidikan baik undang-undang, Peraturan Pemerintah, Permindiknas dst. Semua pihak yang terkait tugasnya dengan dunia pendidikan harus ambil bagian secara aktif untuk mengkaji dan mengevaluasi ilmplementasi kebijakan itu.
- Dalam rangka implementasi Standart Nasional Pendidikan yang termuat dalam Peraturan Pemerintah no. 19 tahun 2005 dan perubahannya,, Di Kabupaten Pamekasan telah terbentuk TIM Pengelola Hibah Program Peningkatan Kapasitas Penerima standar pelayanan pendidikan minimal ( SPM). Tim Ini dibentuk oleh bupati dalam rangka pelaksanaan Hibah Program Peningkatan Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar, Berkenaan dengan Program Penerapan Standar Pelayanan Minimal beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian terutama oleh instandi Dinas pendidikan dan Kementrian agama dan Tim Pengelola bahwa :
- Bahwa Program SPM itu memang dimulai pada awal tahun 2015, namun demikian perlu segera diambil langkah konkrit agar sekolah/satuan pendidikan di Pamekasan dalam tahun 2016 nanti sudah ada yang mencapai standar pelayanan pendidikan, karena sampai saat ini jawa timur dengan kurang lebih 34.000 lembaga pendidikan dasar baru belum 100 sekolah yang mencapai standar pelayanan pendidikan ( mudah-mudahan Pamekasan ada yang masuk); sebagai Kabupaten Pendidikan; Pamekasan harus ada yang mencapai Standar Pelayanan Pendidikn)
- Bahwa Pencapaian Standar Pelayanan Pendidikan, hendaknya menjadi prioritas pada tahun 2020 nanti, seluruh tenaga kependidikan benar-benar serius untuk pencapaian SPM, setidaknya diatas 50%.
- Pamekasan sebagai Kabupaten Pendidikan
Pamekasan sebagai Kabupaten Pendidikan yang dilauncing oleh Menteri Pendidikan Nasional di Waru beberapa Tahun yang lalu merupakan kebanggaan masyarakat pendidikan. Sejumlah harapan yang muncul agar Pamekasan sebagai Kabupaten Pendidikan memberikan makna yang berarti bagi peningkatan penyelenggaraan layanan pendidikan yang bermutu, prestasi siswa yang gemilang, serta keikut sertaan berbagai pihak dalam memajukan pendidika, sehingga Pamekasan pantas disebut Kabupaten Pendidikan.
Ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian serius :
- Terwujudnya Pamekasan sebagai Kabupaten Pendidikan, minimal tercapainya 8 Standar Pendidikan Nasional. Untuk mencapai 8 Standar tersebebut harus tercapai 27 item Standar Pelayanan Minimal Pendidikan untuk sebagian besar satuan pendidikan dasar dan menengah di Pamekasan.
- Harus ada terobosan dalam akselerasi pendidikan, misalnya dilaksakannya program Kampung Pendidikan. Patut mendapat sambutan positif kepada Dewan Pendidikan yang telah menfasilitasi terbentuknya Kampung Pendidikan di Kelurahan Barurambat Timur yang dimotori/digerakkkan oleh masyarakat RT/RW. Ini merupakan salah satu pintu masuk ke Kabupaten Pendidikan.
- Kabupaten Pendidikan memiliki ciri dan karakteristik yang menonjol dalam hal kebijakan pendidikan, prestasi belajar, pendekatan pembelajaran, peran serta masyarakat yang spesifik akseleratif berbeda dengan daerah-daerah lain.Tentang kabupaten pendidkan perlu dibuat rambu-rambunya (indikasi) apalagi ada regulasinya.
- Program Pendidikan Karakter.
Beberapa waktu yang lalu, Pemerintah Kabupaten Pamekasan bekerja sama dengan STAIN Pamekasan( sekarang IAIN Madura), menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Karakter dengan memasuki, mendatagi sekolah sekolah untuk memberikan ceramah di kelas-kelas tentang pendidikan akhlaq, dsb. Dengan durasi kurang lebih 15 menit. Program ini kita hargai dan kita sambut sebagai awal kegiatan yang positif. Hanya saja kegiatan ini perlu dimplementasikan secara berkesinambungan dan sistemik dengan pendidikan yang multi metodologis, tidak cukup dengan ceramah saja tapi perlu melalui kegiatan ektra kurikuler, penciptaan budaya sekolah yang sudah jelas ada pedomannya. Saya kira ini perlu perumusan yang baik sehingga program yang didanai oleh pemkab tersebut efektif dan berhasil guna.
Kamis, 07 April 2022
Kegiatan Pondok Romadlon "Gelar Sholat Dhuha di Sekolah sebagai salah satu bentuk pendidikan karakter"
Tujuan
pendidikan karakter adalah mendorong lahirnya anak-anak yang baik, begitu
tumbuh dalam karakter yang baik, anak-anak akan tumbuh dengan kapasitas dan
komitmennya untuk melakukan berbagai hal yang terbaik dan melakukan segalanya
dengan benar, dan cenderung memiliki tujuan hidup. Pendidikan karakter yang
efektif, ditemukan di lingkungan sekolah yang memungkinkan semua peserta didik
menunjukkan potensi mereka untuk mencapai tujuan yang sangat penting.
Karakter dikembangkan melalui tahap pengetahuan (knowing)
acting, menuju kebiasaan (habit). Hal ini
berarti, karakter tidak sebatas pada pengetahuan, karakter lebih dalam lagi,
menjangkau wilayah emosi dan kebiasaan diri. Hal ini diperlukan agar peserta
didik mampu memahami, merasakan, dan mengajarkan sekaligus nilai-nilai
kebajikan.
Dalam
menanamkan pendidikan nilai-nilai pendidikan karakter pada diri peserta didik
tentunya seorang guru dituntut untuk memperhatikan kepribadian peserta
didiknya. Hal ini diperlukan agar peserta didik mampu memahami dan merasakan
serta mengerjakan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat kelak.
Salah
satu pendidikan nilai karakater yang dapat dilakukan adalah dengan membiasakan
shalat dhuha berjamaaah. Dampak pembiasaan sholat dhuha terhadap pembinaan
akhlak sangat baik terlihat pada perilaku produktif dalam pemanfaatan waktu,
hormat, disiplin, murah hati, dan peduli sesama. Peserta didik dapat mengontrol
emosi atau amarah, selain itu pikiran dan hati peserta didik juga menjadi lebih
tenang, sehingga akan memperlancar proses belajar. Menahan amarah yaitu
upaya menahan emosi, agar tidak dikuasai oleh perasaan marah terhadap orang
lain.
Sudahkah
anda solat Dhuha hari ini ????
Program Sekolah Penggerak Tingkatkan Digitalisasi Sekolah
Digitalisasi terus berkembang hampir di seluruh bidang, termasuk dunia pendidikan. Pemerintah berupaya mempercepat digitalisasi di dunia pendidikan sehingga proses belajar mengajar bisa lebih dinamis serta efisien yang diikuti dengan pengembangan program lain.
Kelima intervensi tersebut adalah pendampingan yang konsultatif dan asimetris, penguatan SDM sekolah, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan dengan berbasis data dan digitalisasi sekolah.
Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Program Sekolah Penggerak Tingkatkan Digitalisasi Sekolah " , https://katadata.co.id/ekarina/berita/61498e837d543/program-sekolah-penggerak-tingkatkan-digitalisasi-sekolah
Penulis: Ekarina
Editor: Ekarina
Rabu, 30 Maret 2022
Buku Kurikulum Merdeka
Buku Kurikulum Merdeka adalah buku yang disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran dengan mengusung semangat merdeka belajar. Buku Kurikulum Merdeka diimplementasikan secara terbatas di Kurikulum Merdeka dan SMK Pusat Keunggulan.
Silakan buka link ini
Kurikulum Merdeka
Sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka (yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototipe) dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah:
- Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila
- Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
- Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.
Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013 dapat dilihat di sini
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Projek penguatan profil pelajar Pancasila memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta menguatkan pengembangan enam dimensi profil pelajar Pancasila. Melalui projek ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari secara mendalam tema-tema atau isu penting seperti gaya hidup berkelanjutan, toleransi, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi. Projek ini melatih peserta didik untuk melakukan aksi nyata sebagai respon terhadap isu-isu tersebut sesuai dengan perkembangan dan tahapan belajar mereka. Projek penguatan ini juga diharapkan dapat menginspirasi peserta didik untuk memberikan kontribusi dan dampak bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Panduan dan contoh projek penguatan profil pelajar Pancasila dapat diakses dalam Merdeka Mengajar.
Bagaimana Jika Ingin Menggunakan Kurikulum Merdeka?
Kurikulum Merdeka terbuka untuk digunakan seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, Pendidikan Khusus, dan Kesetaraan.
Satuan pendidikan menentukan pilihan berdasarkan Angket Kesiapan Implementasi Kurikulum Merdeka yang mengukur kesiapan guru, tenaga kependidikan dan satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum. Pilihan yang paling sesuai mengacu pada kesiapan satuan pendidikan. Implementasi Kurikulum Merdeka semakin efektif jika makin sesuai kebutuhan.
Perkembangan pendaftaran Kurikulum Merdeka dapat diakses melalui laman: https://kurikulum.gtk.kemdikbud.go.id
Kurikulum Merdeka – Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (kemdikbud.go.id)
- Keputusan Mendikbudristek No. 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran
- Keputusan Kepala BSKAP Nomor 008/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka
- Keputusan Kepala BSKAP Nomor 009/KR/2022 tentang Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka
Senin, 28 Maret 2022
Puncak Perayaan Hari Guru Nasional 2021
Mari bergerak dengan hati, pulihkan pendidikan!
Music in this video
Learn more
Listen ad-free with YouTube Premium
Song
Artist
Licensed to YouTube by
Isi Pidato Mendikbudristek Nadiem Makarim di Peringatan Hari Guru Nasional 2021, Dorong Merdeka Belajar
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastyastu,Namo Buddhaya, Salam Kebajikan,
Rahayu.
Ibu dan Bapak guru yang saya hormati dan banggakan,
Tahun lalu adalah tahun yang penuh ujian. Kita semua tersandung dengan adanya pandemi. Guru dari Sabang sampai Merauke terpukul secara ekonomi, terpukul secara kesehatan, dan terpukul secara batin
Guru mau tidak mau mendatangi rumah-rumah pelajar untuk memastikan mereka tidak ketinggalan pelajaran Guru mau tidak mau mempelajari teknologi yang belum pernah mereka kenal. Guru mau tidak mau menyederhanakan kurikulum untuk memastikan murid mereka tidak belajar di bawah tekanan Guru di seluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian, dan kehilangan disiplin, Tidak hanya tekanan psikologis karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), banyak guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa "makan".
Selasa, 22 Maret 2022
MODEL PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran Inovatif Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi
VIDEO MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF 1 VIDEO MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF 2 MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBA...
Postingan Beranda
-
Penegakan Disiplin PNS Berdasarkan PP Nomor 94 Tahun 2021 DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL A. LANDASAN HUKUM 1. Undang-undang N...
-
Gebrakan Baru PermenPAN RB No 21 Tahun 2024 ! Guru Kini Jadi Pemimpin di Sekolah, Siap atau Tidak? Ada Aturan Baru Dalam rangka pengemba...
-
Cara Penentuan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) Pada Kurikulum Merdeka dan ContohnyaCara Penentuan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) Pada Kurikulum Merdeka dan Contohnya Cara Penentuan Kriteria Ketercapai...